
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa sangat menyesalkan langkah kenaikan tarif daya listrik (TDL) yang dilakukan pemerintah kepada sektor UKM. Dimana realisasi kenaikan TDL untuk UKM ini mencapai 80 persen.
"UKM, dengan tarif B1-B2 atau I1-I2 justeru mengalami kenaikan lebih besar daripada industri besar," jelas Erwin di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (14/7/2010).
Sementara, awalnya kenaikan TDL ini dikatakannya hanya sebesar 10-15 persen. Dan kenaikan ini sangat terasa bagi Hipmi yang sebanyak 95 anggotanya merupakan UKM. Dia menyatakan apa yang terjadi ini membuktikan pemerintah tidak fokus terhadap UKM.
"Begitu juga dengan pinjaman suku bunga yang didapatkan oleh UKM selalu lebih besar," jelasnya.
Erwin juga mengatakan jika pihaknya tidak menolak kenaikan TDL ini, mengingat beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah ini sangat besar. Tapi, yang menjadi masalahnya adalah besaran kenaikan TDL-nya itu.
"(Besaran) kenaikan TDL ini harus direvisi, tapi kami tidak menilak kenaikannya," jelasny. (Okezone.com)


